Sayangku padamu sejauh seberani kau menarik halaman-halaman ini lebih jauh. Selamat membuka.
~ Friday, August 29 ~
Permalink
"Never be afraid to sit awhile and think." —Lorraine Hansberry.

"Never be afraid to sit awhile and think." —Lorraine Hansberry.


 ()
Permalink

Anonymous said: Saya berani menarik halaman-halaman ini lebih jauh. Saya pun telah membaca puluhan kalimat yang menjadikannya cerita. Dan tak lupa sajak dari jemari tanganmu. Lalu kini, saya mencoba berani untuk bertanya; apakah kalimat "Sayangku padamu sejauh seberani kau menarik halaman-halaman ini lebih jauh" berlaku padaku?

Dear teman baru yang baik,

Kalimatku itu belum berubah dan akan selalu demikian.
Maka, kalau kau tanya berlaku atau tidak, tentu aku jawab berlaku dan akan selalu demikian.
Tapi pernah kudengar peribahasa “Tak kenal maka tak sayang.” Jadi bisakah kau bantu aku untuk menyimpulkannya?

Teman barumu,
Aku.


 ()
~ Wednesday, August 27 ~
Permalink Tags: quote life
 ()
Permalink

2 notes  ()
~ Wednesday, August 20 ~
Permalink
So I bought it yesterday at @rurushop and today I found it sounds pretty.  (at The Sun album, Leonardo)

So I bought it yesterday at @rurushop and today I found it sounds pretty. (at The Sun album, Leonardo)


 ()
~ Sunday, August 17 ~
Permalink
Happy In-depend-ence Day, Ibu Pertiwi.

Kenapa jadi ‘In-depend-ence’?
Karena gue percaya merdeka atau tidaknya seseorang atau kaum atau golongan atau negara, tergantung dari kepribadian yang dimiliki. Saat mereka ingin benar-benar merdeka, mereka akan merdeka. Tapi saat kemerdakaan hanya suatu alasan dibalik pencarian kepentingan, pribadi itu sudah kalah sejak awal. Kalah dijajah pemikiran semu yang tidak memerdekakan. 

#EnamPuluhSembilan #Indonesia #HargaMati (at Tanah Kaya dan Subur)

Happy In-depend-ence Day, Ibu Pertiwi.

Kenapa jadi ‘In-depend-ence’?
Karena gue percaya merdeka atau tidaknya seseorang atau kaum atau golongan atau negara, tergantung dari kepribadian yang dimiliki. Saat mereka ingin benar-benar merdeka, mereka akan merdeka. Tapi saat kemerdakaan hanya suatu alasan dibalik pencarian kepentingan, pribadi itu sudah kalah sejak awal. Kalah dijajah pemikiran semu yang tidak memerdekakan.

#EnamPuluhSembilan #Indonesia #HargaMati (at Tanah Kaya dan Subur)

Tags: hargamati enampuluhsembilan indonesia
 ()
Permalink

Kamu Percaya?

Siang ini, di sebuah cafe mini sambil minum beberapa gelas kopi dan es coklat, aku membicarakan banyak hal dengan enam sahabat.

Salah satunya: pasangan. Atau pacar. Atau istri. Atau suami. Atau apapun kau menyebutnya. Lalu sekarang aku mulai mempertanyakannya lagi.

—————

Dari semua yang kami perbincangkan tentang pasangan, ada satu pertanyaan yang paling mengusikku beberapa saat sebelum ku menulis ini: "Lebih enak mana, punya pasangan yang emang udah sahabat atau baru dikenal?" Semua kami harus menjawab satu persatu.

Lalu tadi aku mikir. Bingung.

Aku gak pernah kepikiran, pacaran atau bahkan menikah sama sahabat sendiri. Bukan karena gak mau mikir ke arah sana. Tapi lebih karena bingung yang dimaksud “sahabat” itu siapa?

Tadi kita sempat salah pengertian. Beberapa dari kita sempat mengartikan “sahabat” sebagai seseorang yang sudah sangat dekat, bahkan mungkin mirip saudara, sudah sering jalan bareng, dan tahu semua baik-buruknya kita. Tapi ternyata ada juga yang mengartikan “sahabat” sebagai seorang sudah lama dikenal. Berarti bisa mencakup yang sebelumnya kusebutkan juga. 

Akhirnya, mengambil kesepakatan untuk ikut pengertan kedua, aku berpikir lebih keras: “Siapa yang sudah kukenal sejak lama, tahu baik-buruknya aku, kalau ketawa bisa sampai menggila, sudah seperti saudara sendiri, dan… berjenis kelamin laki-laki?”

Sambil memikirkan itu, aku mulai berpikir hal yang lain:

"Kalau memang jodoh(ku) adalah seorang sahabat, mengapa harus pusing memikirkannya? Toh, dia sudah di jarak yang dekat. Bisa kucapai atau kutemui setiap hari. Bisa kuhubungi kapan saja aku mau."

Namun kemudian, sambil yang lain menjawab pertanyaannya dan aku mendengarkan, aku kembali berpikir:

"Bagaimana kalau ternyata si jodoh ini adalah yang baru kukenal? Atau yang tadi hanya kulihat di jalan? Atau tetangga yang tak pernah kutemui? Atau mungkin teman dari seorang sahabat?"

Akhirnya aku berhenti berpikir. Karena giliranku menjawab. Sambil memain-mainkan sedotan dari gelas minuman, aku mulai buka suara, "Hmm… kayaknya lebih enak sahabat. Tapi nerima aja sih yang ‘dikasih’-nya apa." 

Namun kulanjutkan dalam hati:

"Lagian, mana ada yang tahu kalau yang baru kita temui kemarin, atau sejam lalu, seharusnya sudah menjadi "sahabat" sejak lama?"

Giliran temanku yang lain, dan aku mulai mendengarkan mereka dan tersenyum senang untuk mendengar setiap jawaban yang mereka miliki.

Aku percaya, kita berusaha mencari. Tapi aku juga percaya Tuhan sudah mengatur semuanya, SEMUANYA, sejak awal. Karena jumlah helai rambutku pun Ia tahu. Kamu percaya?


1 note  ()
~ Wednesday, August 13 ~
Permalink
did-you-kno:

The structure of an enzyme that causes a disease similar to AIDS in monkeys was resolved in 2011 by people playing an online game about protein folding called FoldIt. While researchers had been working at solving the problem for 13 years, the gamers had it solved within three weeks.
Source

Okay guys, come on. WAKE UP.

did-you-kno:

The structure of an enzyme that causes a disease similar to AIDS in monkeys was resolved in 2011 by people playing an online game about protein folding called FoldIt. While researchers had been working at solving the problem for 13 years, the gamers had it solved within three weeks.

Source

Okay guys, come on. WAKE UP.


5,564 notes  ()
reblogged via did-you-kno
~ Tuesday, August 12 ~
Permalink
6 notes  ()
reblogged via benlaksana
Permalink
Your genuine soul will rest in peace, Robin McLaurin Williams. 
#RobinWilliams #RIP #forevermybicentennialman

Your genuine soul will rest in peace, Robin McLaurin Williams.
#RobinWilliams #RIP #forevermybicentennialman

Tags: forevermybicentennialman robinwilliams rip
 ()